Customize Consent Preferences

We use cookies to help you navigate efficiently and perform certain functions. You will find detailed information about all cookies under each consent category below.

The cookies that are categorized as "Necessary" are stored on your browser as they are essential for enabling the basic functionalities of the site. ... 

Always Active

Necessary cookies are required to enable the basic features of this site, such as providing secure log-in or adjusting your consent preferences. These cookies do not store any personally identifiable data.

No cookies to display.

Functional cookies help perform certain functionalities like sharing the content of the website on social media platforms, collecting feedback, and other third-party features.

No cookies to display.

Analytical cookies are used to understand how visitors interact with the website. These cookies help provide information on metrics such as the number of visitors, bounce rate, traffic source, etc.

No cookies to display.

Performance cookies are used to understand and analyze the key performance indexes of the website which helps in delivering a better user experience for the visitors.

No cookies to display.

Advertisement cookies are used to provide visitors with customized advertisements based on the pages you visited previously and to analyze the effectiveness of the ad campaigns.

No cookies to display.


Konflik merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Bagaimana menghadapi konflik dengan bijak dan tegas merupakan suatu seni yang harus dipelajari dan diamalkan. Terlebih lagi, ketika kita berada dalam situasi yang menantang, kemampuan untuk bersikap tegas menjadi semakin penting.

Menurut psikolog klinis Dr. John Gottman, konflik dalam hubungan bisa menjadi peluang untuk pertumbuhan dan kedekatan yang lebih dalam, asalkan kita mampu menghadapinya dengan bijaksana. Untuk itu, penting bagi kita untuk belajar seni bersikap tegas dalam situasi yang membutuhkan keputusan cepat dan tepat.

Bersikap tegas dalam konflik bukan berarti bersikap kasar atau dominan. Menurut Pengusaha Sukses Mark Cuban, “Ketegasan bukanlah tentang memenangkan setiap pertengkaran, tetapi tentang menetapkan batas-batas yang jelas dan menghormati diri sendiri dan orang lain.”

Saat berhadapan dengan konflik, penting untuk tetap tenang dan mengendalikan emosi. Psikolog dan penulis Daniel Goleman menekankan pentingnya kecerdasan emosional dalam menghadapi konflik. “Mampu mengelola emosi kita sendiri dan orang lain adalah kunci untuk mengatasi konflik dengan damai,” ujarnya.

Selain itu, komunikasi yang efektif juga merupakan kunci dalam seni bersikap tegas. Menurut pakar komunikasi Nonverbal Albert Mehrabian, 93% dari komunikasi manusia bersifat nonverbal. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan bahasa tubuh dan ekspresi wajah saat menghadapi konflik agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

Dalam buku “The Power of Habit”, penulis Charles Duhigg menegaskan pentingnya membentuk kebiasaan-kebiasaan positif dalam menghadapi konflik. “Dengan membiasakan diri bersikap tegas namun tetap menghormati orang lain, kita dapat membangun hubungan yang kuat dan harmonis,” kata Duhigg.

Dalam menghadapi konflik, kita juga perlu mengingat prinsip-prinsip etika dan moralitas. Menurut filsuf Immanuel Kant, “Hukum moral kita harus tetap tegak, meskipun dunia berkecamuk di sekeliling kita.” Dengan memegang teguh nilai-nilai moral, kita dapat bersikap tegas tanpa melanggar prinsip-prinsip yang menjadi landasan kehidupan kita.

Dengan mempelajari dan mengasah seni bersikap tegas dalam situasi yang menantang, kita dapat mengatasi konflik dengan lebih bijaksana dan efektif. Sehingga, tidak hanya diri kita sendiri yang diuntungkan, tetapi juga hubungan dengan orang lain pun akan semakin berkualitas. Semoga artikel ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi dalam menghadapi konflik dengan sikap yang tegas namun penuh kebijaksanaan.

Categorized Tag Cloud

Tags

Dampak Togel Bagi Bagi Kesehatan mental