Customize Consent Preferences

We use cookies to help you navigate efficiently and perform certain functions. You will find detailed information about all cookies under each consent category below.

The cookies that are categorized as "Necessary" are stored on your browser as they are essential for enabling the basic functionalities of the site. ... 

Always Active

Necessary cookies are required to enable the basic features of this site, such as providing secure log-in or adjusting your consent preferences. These cookies do not store any personally identifiable data.

No cookies to display.

Functional cookies help perform certain functionalities like sharing the content of the website on social media platforms, collecting feedback, and other third-party features.

No cookies to display.

Analytical cookies are used to understand how visitors interact with the website. These cookies help provide information on metrics such as the number of visitors, bounce rate, traffic source, etc.

No cookies to display.

Performance cookies are used to understand and analyze the key performance indexes of the website which helps in delivering a better user experience for the visitors.

No cookies to display.

Advertisement cookies are used to provide visitors with customized advertisements based on the pages you visited previously and to analyze the effectiveness of the ad campaigns.

No cookies to display.


Banyak dari kita mungkin belum sepenuhnya mengerti konsep pentingnya kesehatan mental di masyarakat Indonesia. Padahal, kesehatan mental merupakan hal yang tak kalah penting dengan kesehatan fisik. Menurut dr. Risma Harahap, seorang psikiater dari Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang, “Kesehatan mental yang baik sangat penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tanpa kesehatan mental yang baik, seseorang bisa mengalami berbagai masalah emosional dan psikologis yang serius.”

Sayangnya, stigma terhadap gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan masih cukup tinggi di masyarakat Indonesia. Banyak yang masih menganggap bahwa masalah kesehatan mental hanya dialami oleh orang-orang tertentu atau bahkan dianggap sebagai “lemah” secara mental. Padahal, kesehatan mental bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tekanan hidup, kurangnya dukungan sosial, dan gangguan genetik.

Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 15% populasi dunia mengalami gangguan kesehatan mental. Namun, hanya sekitar 10% dari mereka yang mencari bantuan medis. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya edukasi tentang kesehatan mental di masyarakat. Sebagai contoh, di Inggris, pemerintah telah meresmikan kampanye “Time to Change” yang bertujuan untuk mengurangi stigma terhadap kesehatan mental.

Dalam konteks Indonesia, dr. Vivi Andriani Pratami, seorang psikolog klinis dari Universitas Indonesia, menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam mengatasi masalah kesehatan mental. Menurutnya, “Kesehatan mental bukanlah hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga kesehatan untuk meningkatkan pemahaman akan kesehatan mental dan memberikan dukungan yang tepat kepada mereka yang membutuhkannya.”

Sebagai masyarakat Indonesia, penting bagi kita untuk mengerti konsep pentingnya kesehatan mental. Dengan pemahaman yang baik, kita dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung bagi mereka yang membutuhkan. Jadi, mari kita bersama-sama berjuang untuk kesehatan mental yang lebih baik di Indonesia.

Categorized Tag Cloud

Tags

Dampak Togel Bagi Bagi Kesehatan mental