Customize Consent Preferences

We use cookies to help you navigate efficiently and perform certain functions. You will find detailed information about all cookies under each consent category below.

The cookies that are categorized as "Necessary" are stored on your browser as they are essential for enabling the basic functionalities of the site. ... 

Always Active

Necessary cookies are required to enable the basic features of this site, such as providing secure log-in or adjusting your consent preferences. These cookies do not store any personally identifiable data.

No cookies to display.

Functional cookies help perform certain functionalities like sharing the content of the website on social media platforms, collecting feedback, and other third-party features.

No cookies to display.

Analytical cookies are used to understand how visitors interact with the website. These cookies help provide information on metrics such as the number of visitors, bounce rate, traffic source, etc.

No cookies to display.

Performance cookies are used to understand and analyze the key performance indexes of the website which helps in delivering a better user experience for the visitors.

No cookies to display.

Advertisement cookies are used to provide visitors with customized advertisements based on the pages you visited previously and to analyze the effectiveness of the ad campaigns.

No cookies to display.


Anda mungkin pernah mendengar istilah “asertifitas” sebelumnya. Asertifitas adalah kemampuan untuk menyampaikan pikiran, pendapat, dan perasaan dengan jelas, lugas, dan tegas tanpa melanggar hak dan kepentingan orang lain. Kemampuan ini sangat penting dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Salah satu strategi efektif untuk meningkatkan kemampuan asertifitas Anda adalah dengan berlatih teknik komunikasi yang tepat. Menurut psikolog dan pakar komunikasi, Sarah Newton, “Asertifitas bukanlah tentang menjadi agresif atau dominan, tapi tentang memiliki keberanian untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan Anda dengan sopan dan tegas.”

Langkah pertama dalam meningkatkan asertifitas Anda adalah dengan memahami hak-hak dan kebutuhan diri sendiri. Seringkali, kita tidak merasa nyaman atau percaya diri untuk menyampaikan pendapat atau keinginan kita karena kita tidak yakin dengan hak-hak kita. Menurut psikolog klinis dan penulis, Randy Paterson, “Mengetahui dan menghargai hak-hak pribadi Anda adalah langkah pertama menuju asertifitas yang sehat.”

Selain itu, penting juga untuk berlatih teknik komunikasi nonverbal yang mendukung asertifitas Anda. Gestur tubuh, postur tubuh, dan kontak mata dapat memberikan dampak besar dalam menyampaikan pesan secara asertif. Seorang ahli komunikasi, Deborah Tannen, mengatakan, “Nonverbal communication can make or break any attempt to assert oneself.”

Tak lupa, Anda juga perlu melatih kemampuan untuk mengatasi konflik dan menegosiasikan kepentingan Anda dengan bijak. Psikolog klinis dan penulis buku “Assertiveness: How to Stand Up for Yourself and Still Win the Respect of Others,” Judy Murphy, menekankan pentingnya pelatihan dalam menyelesaikan konflik dengan cara yang sehat dan produktif.

Dengan menerapkan strategi-strategi efektif ini, Anda akan dapat meningkatkan kemampuan asertifitas Anda dan meningkatkan kualitas komunikasi Anda dengan orang lain. Ingatlah bahwa asertifitas bukanlah tentang menjadi agresif atau dominan, melainkan tentang memiliki keberanian dan keterampilan komunikasi yang baik. Jadi, mulailah berlatih dan temukan keberanian Anda untuk menjadi pribadi yang lebih asertif!

Categorized Tag Cloud

Tags

Dampak Togel Bagi Bagi Kesehatan mental