Customize Consent Preferences

We use cookies to help you navigate efficiently and perform certain functions. You will find detailed information about all cookies under each consent category below.

The cookies that are categorized as "Necessary" are stored on your browser as they are essential for enabling the basic functionalities of the site. ... 

Always Active

Necessary cookies are required to enable the basic features of this site, such as providing secure log-in or adjusting your consent preferences. These cookies do not store any personally identifiable data.

No cookies to display.

Functional cookies help perform certain functionalities like sharing the content of the website on social media platforms, collecting feedback, and other third-party features.

No cookies to display.

Analytical cookies are used to understand how visitors interact with the website. These cookies help provide information on metrics such as the number of visitors, bounce rate, traffic source, etc.

No cookies to display.

Performance cookies are used to understand and analyze the key performance indexes of the website which helps in delivering a better user experience for the visitors.

No cookies to display.

Advertisement cookies are used to provide visitors with customized advertisements based on the pages you visited previously and to analyze the effectiveness of the ad campaigns.

No cookies to display.


Asertivitas dan kepemimpinan adalah dua hal yang penting dalam mengembangkan kualitas seorang pemimpin. Asertivitas mengacu pada kemampuan seseorang untuk menyatakan pendapat, kebutuhan, dan perasaan dengan jelas dan tegas tanpa merugikan orang lain. Sedangkan kepemimpinan adalah kemampuan seseorang dalam memimpin, mengatur, dan mengarahkan orang lain.

Dalam dunia bisnis dan organisasi, asertivitas sangat penting bagi seorang pemimpin. Menurut Joseph Folkman, seorang eksekutif kepemimpinan dan penulis buku tentang kepemimpinan, mengatakan bahwa asertivitas merupakan salah satu kunci utama untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif. “Seorang pemimpin yang asertif mampu mengkomunikasikan visi dan tujuan dengan jelas, serta dapat menggerakkan dan menginspirasi timnya,” ujarnya.

Untuk mengembangkan kualitas seorang pemimpin, pelatihan asertif dapat menjadi solusi yang efektif. Menurut Julie Sweet, CEO dari Accenture North America, “Pemimpin yang mengikuti pelatihan asertif akan belajar bagaimana mengelola konflik, mengkomunikasikan kebutuhan dengan jelas, dan membangun hubungan yang kuat dengan timnya.”

Pelatihan asertif dapat membantu seorang pemimpin dalam menerapkan teknik-teknik komunikasi yang efektif, mengelola konflik, serta memperkuat kepemimpinannya. Dengan pelatihan ini, seorang pemimpin akan mampu mengatasi tantangan-tantangan dalam kepemimpinan dengan lebih baik.

Sebagai contoh, seorang pemimpin yang asertif akan mampu mengemukakan pendapatnya secara tegas namun tetap menghargai pendapat orang lain. Dalam situasi konflik, seorang pemimpin yang asertif akan mampu menyelesaikan masalah dengan jelas dan efektif tanpa merugikan pihak lain. Dengan demikian, pelatihan asertif dapat membantu seorang pemimpin dalam mengembangkan kualitas kepemimpinannya.

Dengan demikian, pengembangan kualitas pemimpin dengan pelatihan asertif dapat menjadi langkah yang efektif dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan di berbagai bidang. Dengan asertivitas yang kuat, seorang pemimpin akan mampu menghadapi tantangan-tantangan dengan lebih percaya diri dan mampu memimpin timnya menuju kesuksesan.

Referensi:
– Folkman, Joseph. “The Power of Being Assertive as a Leader”. Harvard Business Review. Retrieved from: hbr.org
– Sweet, Julie. “The Importance of Assertiveness in Leadership”. Forbes. Retrieved from: forbes.com

Categorized Tag Cloud

Tags

Dampak Togel Bagi Bagi Kesehatan mental