Customize Consent Preferences

We use cookies to help you navigate efficiently and perform certain functions. You will find detailed information about all cookies under each consent category below.

The cookies that are categorized as "Necessary" are stored on your browser as they are essential for enabling the basic functionalities of the site. ... 

Always Active

Necessary cookies are required to enable the basic features of this site, such as providing secure log-in or adjusting your consent preferences. These cookies do not store any personally identifiable data.

No cookies to display.

Functional cookies help perform certain functionalities like sharing the content of the website on social media platforms, collecting feedback, and other third-party features.

No cookies to display.

Analytical cookies are used to understand how visitors interact with the website. These cookies help provide information on metrics such as the number of visitors, bounce rate, traffic source, etc.

No cookies to display.

Performance cookies are used to understand and analyze the key performance indexes of the website which helps in delivering a better user experience for the visitors.

No cookies to display.

Advertisement cookies are used to provide visitors with customized advertisements based on the pages you visited previously and to analyze the effectiveness of the ad campaigns.

No cookies to display.


Ketika kita hidup di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh dengan tekanan, penting bagi kita untuk membangun ketahanan emosional. Mengapa? Karena ketahanan emosional akan membantu kita untuk melawan stres dan tekanan yang mungkin kita hadapi sehari-hari.

Menurut psikolog klinis Dr. Susan David, ketahanan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengelola emosi dengan sehat dan efektif. Dalam bukunya “Emotional Agility,” Dr. David menekankan pentingnya memahami dan menerima emosi kita sebagai langkah pertama dalam membangun ketahanan emosional.

Langkah pertama dalam membangun ketahanan emosional adalah dengan memahami emosi kita. Menurut ahli psikologi Daniel Goleman, “Emosi adalah sinyal-sinyal penting yang memberi tahu kita tentang kebutuhan dan keinginan kita.” Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu mengakui dan memahami emosi yang kita rasakan.

Langkah berikutnya adalah belajar untuk mengelola emosi dengan sehat. Menurut psikolog klinis Dr. Judith Orloff, cara yang efektif untuk mengelola emosi adalah dengan melakukan teknik-teknik relaksasi seperti meditasi dan pernapasan dalam. Dr. Orloff juga menyarankan untuk berbicara dengan seseorang yang dapat dipercaya atau menulis jurnal sebagai bentuk pengelolaan emosi yang sehat.

Selain itu, penting juga bagi kita untuk belajar untuk memahami dan menerima diri sendiri. Menurut penulis dan pembicara motivasi Brené Brown, “Belajar untuk menjadi rentan dan menerima diri sendiri adalah kunci untuk membangun ketahanan emosional yang kuat.” Ketika kita mampu menerima diri sendiri dan kekurangan kita, kita akan lebih mudah untuk menghadapi stres dan tekanan dengan lebih efektif.

Dengan memahami dan menerima emosi kita, mengelolanya dengan sehat, dan belajar untuk menerima diri sendiri, kita dapat membangun ketahanan emosional yang kuat. Sehingga, kita akan lebih mudah untuk melawan stres dan tekanan yang mungkin kita hadapi sehari-hari. Jadi, mari kita mulai membangun ketahanan emosional kita sekarang juga!

Categorized Tag Cloud

Tags

Dampak Togel Bagi Bagi Kesehatan mental