Assalamualaikum teman-teman calon pembaca. Hari ini saya ingin membahas mengenai cara membangun hubungan yang lebih sehat melalui assertiveness. Mungkin beberapa dari kita masih merasa asing dengan kata-kata tersebut, namun tidak ada salahnya jika kita mencoba untuk memahaminya lebih dalam.

Assertiveness merupakan kemampuan seseorang untuk menyampaikan keinginan, pendapat, atau perasaannya dengan jelas dan tegas tanpa melanggar hak orang lain. Assertiveness memungkinkan kita untuk menyatakan apa yang kita pikirkan dan rasakan dengan jelas, sementara menghargai pandangan serta kebutuhan orang lain.

Membangun hubungan yang sehat tentunya membutuhkan kemampuan berkomunikasi yang baik. Banyak orang yang merasa kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain. Ada yang merasa takut untuk menyampaikan pendapatnya, dan ada juga yang cenderung agresif dalam berbicara sehingga orang lain merasa tidak nyaman dengannya.

Dalam menciptakan hubungan yang sehat, assertiveness dapat menjadi solusi untuk mengatasi kendala-kendala tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Rosalind Sedacca, seorang penulis buku berjudul “How Do I Tell the Kids about the Divorce?: A Create-a-Storybook Guide to Preparing Your Children — with Love!”. Rosalind mengatakan bahwa “being assertive means being confident in your right to speak up and communicate your needs, feelings, desires, and boundaries, while respecting the same right of other people.”

Seorang ahli psikologi dari University of New England juga menambahkan bahwa keberhasilan dalam membangun hubungan yang sehat sangat bergantung pada kemampuan seseorang untuk berbicara dengan jelas dan tegas, serta mampu memahami posisi orang lain. “Effective communication involves mutual understanding and respect for other people‚Äôs opinions and feelings, without compromising your own.”

Tidak hanya itu, menurut Olga Khazan, seorang jurnalis yang menulis di The Atlantic, assertiveness juga memiliki manfaat untuk meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri. Dengan menerapkan assertiveness dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat membangun self-esteem yang lebih baik, sehingga bisa membantu kita mengatasi rasa takut dan ketidaknyamanan saat berkomunikasi dengan orang lain.

Maka dari itu, penting bagi kita untuk memahami konsep assertiveness dan bagaimana cara menerapkannya dalam berkomunikasi dengan orang lain. Jangan takut untuk menyatakan pendapat yang jelas dan tegas, namun dengan tetap menghargai kebutuhan dan pandangan orang lain. Dengan begitu, diharapkan hubungan dapat terjalin dengan lebih sehat dan baik.

Demikian artikel singkat dari saya mengenai cara membangun hubungan yang lebih sehat melalui assertiveness. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat dan memotivasi teman-teman untuk lebih mengembangkan kemampuan assertiveness dalam kehidupan sehari-hari. Terima kasih telah membaca, sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya.

Referensi:
– Sedacca, Rosalind. “The Benefits of Assertiveness in Relationships.” Psychology Today, 07 May 2019, www.psychologytoday.com/us/blog/parenting-beyond-conflict/201904/the-benefits-assertiveness-in-relationships.
– University of New England. “The Importance of Assertiveness in a Relationship.” UNE Online, 28 Oct. 2016, online.une.edu/blog/importance-assertiveness-relationship/.
– Khazan, Olga. “The Downside of Emotional Intelligence.” The Atlantic, Atlantic Media Company, 08 Feb. 2018, www.theatlantic.com/health/archive/2018/02/the-dark-side-of-emotional-intelligence/553552/.

Categorized Tag Cloud

Tags

Dampak Togel Bagi Bagi Kesehatan mental